14 Mar 2012

Butuh KTP

"Pagiii, sapa mbak penjaga warnet kepada saya." "Pagi mbak,lalu jawab saya." "Mbak sekarang jarang ke warnet yah..sibuk ya mbak ?".. Saya pun membalasnya dengan cengengesan. Dalam hati pun berbicara, sibuk mengurus KTP yang belum usai juga. Ngomong - ngomong, beberapa bulan belakangan ini saya sedang mengurus kepindahan status KTP.

Idealnya memang membuat surat pengantar pindah, lalu KTP yang lama diserahkan ke kelurahan. Sayang seribu sayang, surat pengantar kepindahan dari daerah asal sudah saya kantungi, belum cukup jua. Kelurahan yang dituju memberikan persyaratan tambahan. SKCK katanya harus ada.

SKCK saya yang judulnya belum di perpanjang pun sudah diserahkan. Karena hal itu juga pihak kelurahan beralasan, alias kekeh menyuruh saya buat SKCK baru. Saya cuma bisa heran sama pihak kelurahan. Data pribadi saya sudah mengendap di kantor kelurahan sejak lama, bahkan sudah lecek, sampai tanggal surat pengantar dari kelurahan asal habis masa berlakunya, masih bisa kasih jawaban saya harus menyerahkan SKCK yang baru. Saya pun bertanya, "Pak, bagaimana saya mau buat SKCK, saat ini KTP saya sudah mati?" Pihak kelurahan hanya menjawab, peraturan di sini memang susah karena khawatir ada teroris. Hoalah rasanya sangat ingin marah! Mana melihat tanda tangan saya di palsukan. Apa - apaan coba?!.

Secara logika, kalau saja beliau mau menganalisis omongannya sendiri perihal alasan takut teroris?...Lha wong foto untuk KTP saja cuma diserahkan, kecuali si calon pembuat KTP langsung datang dan di jepret langsung di kelurahan. Apa itu namanya bukan mempermudah siapa saja membuat KTP? "Bilang saja karena saya tidak memberikan sepeser uang Pak!"

Dari informasi yang saya dapatkan di internet, maupun lingkungan sekitar, ini kelurahan ternyata terkenal menjadikan urus KTP sebagai ajang balapan untuk penebalan kantung pribadi. Detik itu juga saya merasa menjadi orang termiskin di dunia. Agak lebai memang. itulah faktanya, betapa saya sedih menjadi warga negara ini. Andai saja saya anak Presiden. Saya yakin pihak kelurahan tidak akan mempersulit apalagi sampai harus menunggu, dan mendapatkan jawaban nihil. Maksud hati pindah KTP, supaya mudah jika ingin ada yang di urus. Lha ujungnya palah bikin kesel hati. Sabar.. sabar