12 Des 2012

Mama In Memori


Sewatu kecil, saya pernah bertanya soal kematian pd mama saya, lalu membayangan berpisah dengannya itu mengerikan #MamaInMemori
Kalau mau lebaran itu, mama saya sibuk buat kue. Salah satunya kue kesukaan saya, kue nastar #MamaInMemori
Dekat mau lebaran pun saya ng mau minta baju lebaran, yg penting mukena baru #MamaInMemori
Ulangtahun ke 7, dicium mama itu malu2. #MamaInMemori
Dibelin sepeda berwarna merah, mama juga yg telaten ajari main sepeda sampe lancar. #MamaInMemori
Pengen punya ade, bilang ke mama. “ adeknya ambil dari rumah sakit” #MamaInMemori
Setiap kangen sayur genjer , minta mama yg masakin #MamaInMemori
Mama sering bwt camilan bakwangoreng #MamaInMemori
Mama sering nyatet resep masakan di buku khusus. Kalo lupa, sebelum masak nyontek buku  catatan.
Mama sering buat celana hawai hasil jahitannya sendiri. #MamaInMemori
Mama jarang nonton tv n gaptek. Katanya nggak akan ditanya malaikat kalo mati. #MamaInMemori
Mama suka buat wedang jahe. #MamaInMemori
Mama suka beli bahan dasar utk dibikin mukena. Mukenanya di pake utk sholat harian. #MamaInMemori
Mama sering ngejahit pakaian yg sudah bolong2. #MamaInMemori
Hampir tiap pagi, mama bwt nasgor #MamaInMemori
Menu  andalan yg praktis kalo ada acara pengajian, pkk, atau arisan lingkungan: gado2, soto,
Mama sering buat agar batik, ujarnya gampang. #MamaInMemori
Mama suka minum coklat hangat. #MamaInMemori
Mama rajin ngerewang klo ada tetangga hajatan #MamaInMemori
Mama rela ngikutin dibelakang saya dgn jalan kaki, sewaktu saya belajar motor. #MamaInMemori
Mama sering ajak saya maen kekerabatnya. #MamaInMemori
Mama punya buku diary #MamaInMemori
Suara mama, kalo nyanyi..merdu. jauh kalo dibandingkan dgnvsuara saya yg cempreng. #MamaInMemori
Mama selalu baik keteman2 saya, katanya kalo ada temen2 saya mau maen kerumah, kamu harus bayari ongkosnya. #MamaInMemori
Selesai latihan menari..dijemput mama pake motor cowo itu rasanya punya emak tomboi. #MamaInMemori
Kalo buat prakarya zaman SD ..pasti dibantuin n diajari mama. #MamaInMemori
Mama  telaten ngerapihin uang. #MamaInMemori
Mama pernah jualan di kantin SD tempatnya ngajar. #MamaInMemori
Dalam sehari entah berapa kali mama nyapu n ngebersihin rumah. Kotor dikit dibersihin. #MamaInMemori
Kalaupun Papa lagi marah – marah, mama tetep ngebuatin kopi utk papa. #MamaInMemori
Mama juga suka buat kue kolong2, awuk2, klepon, kolek, dn camilan lainnya. #MamaInMemori
Mama selalu diingat teman2nya rajin, n suka ngebantu. #MamaInMemori







9 Nov 2012

Pandangan

Ketika saya bekerja di Kota Jakarta, banyak yang menyangka bahwa saya banyak uangnya. Ada juga yang menyangka enggak mungkin saya bokek. Semakin dinilai waaw..keren ya bisa bertahan tinggal di Jakarta. Padahal disini saya hanyalah seorang anak perantauan yang wajib bayar kost - kostan per/bulan, memanaj keuangan agar cukup hingga akhir bulan, menyisihkan uang jajan kalo lagi butuh hiburan atau ingin jalan - jalan bersama teman. Mengapa orang menganggap begitu?..

Beberapa pandangan orang, dan itulah yang dinamakan persepsi. Kita dimata oranglain. Orang berpendapat karena faktor pengalaman, faktor lingkungan. Nah bisa jadi juga karena sering kali kita menonton acara - acara yang berbalut glamor di tv dengan segenap gemerlapnya asessoris. Yah itu hanya xample tentang bagaimana asal muasal orang berkesimpulan. Tentunya saya rasa, faktornya mirip, mengapa orang berpendapat perihal diri saya. Menilai oranglain lebih baik dari kita. Padahal andai saja kita yang menjadi oranglain, belum tentu kita betah berperan menjadi oranglain. Begitupula ketika banyak menyangka hidup saya enak. Karena setiap individu, termasuk diri ini saya akui  ada sisi - sisi tak enaknya.

Positifnya alhamdulillah hidup saya dianggap enak, berharap itulah doa dari banyak orang untuk saya. Yah karena mungkin tidak semua pernah saya katakan pada semua orang. Ada hal - hal yang membuat saya kecewa dalam perjalanan kehidupan ini. Dan semua itu, luar biasa bak anak tangga yang berhasil saya lalui. ketika saya belum mencapai anak teratas, maka saya sedang berproses. Kadang saya pun terpleset, kadang saya jatuh karena kesalahan dalam mengambil keputusan/ berpendapat.

Semua menjadikan pengalaman semakin menjulang, tuk bekal kehidupan di masa depan tentunya. Mari siapkan diri menyongsong masa depan gemilang.

23 Okt 2012

Mengulang tanggal, bulan yang sama...

Mengulang tanggal, bulan yang sama di tahun berbeda. Hari ini saya meluangkan waktu, bukan sekedar untukberleha - leha atau sekedar menulis di buku harian saja. Hari ini saya ingin mengistirahatkan tubuh saya beberapa jam saja. Karena saya butuh istirahat, saya putuskan izin dari bekerja.Salahnya saya juga. Sudah lama tak berolahraga, sekalinya olahraga renang, bak atlet yang jago gitu hehe. Berjam – jam saya ada di dalam kolam renang. Bertemu dengan bocah – bocah SD, lalu kami bermain lempar batu ke lantai dasar kolam renang. Baru kemudian kami berlomba mencari batu – batu yang telah beradadi dasar kolam. Akhirnya lupa jam dan kesenangan.

Segala sesuatu yang berlebihan memang seharusnya tidak boleh. Dan inilah akibatnya, alhasil enggak enak badan 3 hari tiga malam berturut - turut panas dingin. Teman - teman saya khawatirnya kalau saya terkena tipeus. Kalau siang suka enggak di rasa. Kalau malam, mulai dah tarik jaket dan badan meringkuk. Entah apa itu nama lain meringkuk?..itu istilahnya.

Semalam, tepatnya jelang detik – detik menuju tanggal 23 oktober 12, saya berada dikontrakan temen saya. Saya akhirnya memutuskan untuk menginap, sebab tadi malam saya minta tolong dikerok.Saya bukan orang yang senang di kerok, juga bukan orang yang mudah minum obat. Sering kali saya enggan meminum obat. Kalau bukan terpaksa. Yah saya memang lebih memilih tidak mengkonsumsi yang berbau kimia. Tepatnya amat menghindar bisa dibilang begitu.

Bisa sampai hari ini, rasanya masih kayak enggak percaya. Melewati banyak hal, beragam cerita, juga hikmah. Pernah dideteksi memiliki bibit kanker di tahun 2006. Ada sebuah benjolan di salah satu bagian dari tubuh saya. Rasanya waktu itu saya ketakutan. Berbagai macam cara saya mencari tahu tentang kebenarannya. Beraninya berobat alternatif. bisa dibilang semacam refleksi, karna pemeriksaannya dengan cara di urut di bagian jari- jemari kaki. Kudu minum ramuan natural yang jelas rasanya antahbarantah.. Pengecutnya saya..tak berani konsultasi ke dokter yang berhubungan dengan penyakit kanker. Hanya gara – gara takut di operasi.

Semangat ingin sembuh, karena sakit semakin terasa. Saya memutuskan harus semangat, dengan cara berolahraga. Rela ngeluarin uang per/bulan demi badan sehat dan segar. Niatnya sementara saja, karena ingin tahu bagaimana perkembangannya. Adakah efek positifnyakah?..Senang, tapi pengeluarannya bikin enggak bebas bergerak hee..itulah pengalaman, sebab kalau olahraga tanpa biaya, jelas sudah biasa. Dahulu itu pemikirannya, kalau sudah bayar yah mau tak mau wajib olahraga. Ada teman yang emang kenal, juga berkesepakatan fitness bareng, cocoklah kita punya niat.

Di tahun 2011 saya berhasil melewati itu semua. Saya berani konsultasi ke dokter, saya punya tabungan untuk cek-up, dan alhamdulillah saya dinyatakan bersih dari bibit kanker. Luar biasa mengucap syukur alhamdulillah. Saya mohon doanya semoga saya selalu sehat. Itu sebabnya saya seringkali kalau ditanya " apa kabar?", jawab saya: "sehat". Di hari ulang tahun saya ini, saya ingin selalu sehat..supaya mimpi - mimpi saya dapat terlaksana. Kalau sehat, mau apa saja Insya Allah bisa.amin. Terimakasih buat semua saudara, juga teman - teman yang banyak beri ucapan ke saya. Mari Mengulang tanggal, bulan yang sama dengan kondisi sehat.

17 Sep 2012

Sekelumit Kisah Dey

Dulu di pelupuk matanya, pernah ada airmata Dulu dipelupuk matanya bengkak tak dikira Dulu ia rela menangisinya Dulu ia terlena dengan rasa Kalau dibuat sinetron, maka ini lagu yang cocok #KutakSanggupLagi - Rossa

Jadilah sekelumit ketikan dari kisah masa lalu. Dey menuliskan dalam buku hariannya. Ia masih melongo menatap ketikannya yang hanya empat baris itu. Eh..saya bisa nulis lagi. Horeee... Dey senang tak terkira. Ia kembali menatap layar komputer. Lalu berfikir akan melanjutkan tulisannya.

Jakarta kembali padat merayap. Sepulang kerja, Dey rela memakai uang jajannya demi bisa berinternetan ria diwarnet. Ia kembali berselanjar demi inspirasi dan niat melanjutkan tulisannya. Beberapa tahun kemudian, berdasarkan pengalamannya diatas, Dey dekat dengan beberapa anak komplek yang sering curhat. Ternyata permasalahannya mirip dengan kisahnya di masa lalu.

Dey menjadi pusat curhat anak komplek rumahnya. Semua itu tentunya menjadi pengalaman berharga. Lucunya saat ini kita bisa menertawakan kelakuan kita dimasa lalu, kemudian mengatakan pada diri sendiri, saya bodoh ya dahulu hehe.. konyol memang menjelek – menjeleki diri sendiri. Dimana orang lain mungkin justru kebalikan dari kita. Oranglain menyanjung dirinya sendiri sudah tentu. Yah, karna siapa lagi yang akan menyanjung kalau bukan dirinya sendiri hehe... itulah pikiran. Kadang menyesali kelakuan yang telah lalu.

Kalau boleh saya bertanya, “obatnya menyesal itu apa ya?” ... Belajar..Berharap memang benarlah itu si jawaban yang dinanti. Lalu apalagi akalau bukanlah belajar?.. Saya tak tahu. Mungkin kalian akan beritahu saya disini. Silahkan berbagi pengalaman. Ada yang mau menjawab: “ menangis bolehkah?”, mencoba mengajukan pendapat lain.

4 Jul 2012

Inspirasi Namanya

Ceritanya saya sudah lama tidak berceloteh, wabilkhusus di blog ini.. Sampai - sampai postingan ini sempet di kosongin dulu. Berawal kangen nulis. trus pinjem gadget saudara. Eh eh ko terkirim.Padahal tulisan belum disiapkan.

Inspirasi spontan alias tanpa pikir panjang.Saya jualan uduk :) Seruuuuuu Dapat undangan makan gratis pun sampai di abaikan hehe. Biarin dikata hanya tiga hari jadi penjual uduk, ini pengalaman yang tak tergantikan oleh apapun haha. 

Alhasil saya punya kenalan tukang getuk dan tukang pancong. Mereka berjualan dekat saya jualan uduk. Saya pun bernego dengan mereka supaya "kalau sarapan belinya dengan saya saja" Dibandingkan dengan penjual getuk, saya lebih sering mengobrol dengan tukang pancong. Hari kedua saya berjualan, ada salah satu pejabat provinsi yang sedang lewat dan banyak memborong dagangan. Ada pedagang buah pisang yang diborong, ada juga tukang bubur yang di borong jualannya juga, bahkan tukang getuk ikut - ikutan mendorong gerobaknya mendekat si pejabat, supaya kecipratan diborong jualannya dan bisa pulang cepat kerumah. 

Hmm.. saya jadi berkhayal, kalau itu pejabat mendekati dagangan saya, apakah saya juga akan membiarkan uduk jualan saya diborong si pejabat? Mendadak bikin saya mikir kayak ujian.. Belum ketemu jawabannya iya atau enggak, saya coba menganalisis masalahnya pertama,saya berjualannya tidak memakai gerobak. so, saya tak dapat dengan mudah mendorong dagangan. 

Si tukang pancong pun berbagi pengalaman, kalau ia sudah kapok diborong pejabat. Sebab menurutnya, untungnya enggak seberapa dibandingkan kalau normalnya ia berjualan. Bedanya butuh kesabaran, dan makan waktu ujar si pedagang pancong pada saya. Kalau mau untung dikit dan pulang cepat, yah emang diborong. Jadi, masalah kedua, si pejabatnya mematok harga borongan. Karena si pejabat membudget. Kisarannya beda - beda. Tergantung apa jualannya. Tapi tetep dibawah empat ratus ribu, bahkan bisa dibawah tigaratusribu. So, Harus itung modal dulu kalo begitu.

14 Mar 2012

Butuh KTP

"Pagiii, sapa mbak penjaga warnet kepada saya." "Pagi mbak,lalu jawab saya." "Mbak sekarang jarang ke warnet yah..sibuk ya mbak ?".. Saya pun membalasnya dengan cengengesan. Dalam hati pun berbicara, sibuk mengurus KTP yang belum usai juga. Ngomong - ngomong, beberapa bulan belakangan ini saya sedang mengurus kepindahan status KTP.

Idealnya memang membuat surat pengantar pindah, lalu KTP yang lama diserahkan ke kelurahan. Sayang seribu sayang, surat pengantar kepindahan dari daerah asal sudah saya kantungi, belum cukup jua. Kelurahan yang dituju memberikan persyaratan tambahan. SKCK katanya harus ada.

SKCK saya yang judulnya belum di perpanjang pun sudah diserahkan. Karena hal itu juga pihak kelurahan beralasan, alias kekeh menyuruh saya buat SKCK baru. Saya cuma bisa heran sama pihak kelurahan. Data pribadi saya sudah mengendap di kantor kelurahan sejak lama, bahkan sudah lecek, sampai tanggal surat pengantar dari kelurahan asal habis masa berlakunya, masih bisa kasih jawaban saya harus menyerahkan SKCK yang baru. Saya pun bertanya, "Pak, bagaimana saya mau buat SKCK, saat ini KTP saya sudah mati?" Pihak kelurahan hanya menjawab, peraturan di sini memang susah karena khawatir ada teroris. Hoalah rasanya sangat ingin marah! Mana melihat tanda tangan saya di palsukan. Apa - apaan coba?!.

Secara logika, kalau saja beliau mau menganalisis omongannya sendiri perihal alasan takut teroris?...Lha wong foto untuk KTP saja cuma diserahkan, kecuali si calon pembuat KTP langsung datang dan di jepret langsung di kelurahan. Apa itu namanya bukan mempermudah siapa saja membuat KTP? "Bilang saja karena saya tidak memberikan sepeser uang Pak!"

Dari informasi yang saya dapatkan di internet, maupun lingkungan sekitar, ini kelurahan ternyata terkenal menjadikan urus KTP sebagai ajang balapan untuk penebalan kantung pribadi. Detik itu juga saya merasa menjadi orang termiskin di dunia. Agak lebai memang. itulah faktanya, betapa saya sedih menjadi warga negara ini. Andai saja saya anak Presiden. Saya yakin pihak kelurahan tidak akan mempersulit apalagi sampai harus menunggu, dan mendapatkan jawaban nihil. Maksud hati pindah KTP, supaya mudah jika ingin ada yang di urus. Lha ujungnya palah bikin kesel hati. Sabar.. sabar

9 Feb 2012

Help

Hidup tak dapat di pungkiri, butuh bantuan, dan saling membantu. Ada yang peka memberi bantuan. Ada juga yang sengaja meminta tolong untuk di bantu. Ada yang ikhlas membantu tanpa harap balas jasa, dan masih banyak yang berharap balasan tanda beri jasa. Terkadang kita pun timang - timang ketika ingin memberi bantu. Simak yang ini:

"Berhubung lu..nyebelin, males deh gue ngebantunya."
"Berhubung lu pernah ngecewain, ogah ah."
"Rasain lu, suruh sapa pas gue butuh bantuan, lu kagak mau bantu."
"Nyusahin aja si lu".
"Minta bantuan aja lu, sama sodara tercinta lu itu"
"Maaf ya..saya enggak bisa bantu kamu"

Yah itu beberapa ungkapan kala ada yang butuh bantuan, dan berujung kagak di bantu.
Siapa di sini yang pernah mengalami hal tersebut?..saya rasa termasuk saya pribadi pun pernah mengalaminya. Menyakitkan memang, ketika butuh bantuan, tapi tak ada yang mau membantu.

Semua jelas, ketika kita sedang sulit, tidak semua orang mau, dan rela membantu.Walaupun notabenenya kita kenal dekat tidak terkecuali. Kalau sudah begini ceritanya, kemana - mana minta pertolongan belum ada yang menolong, maka yang perlu di lakukan adalah satu langkah lagi untuk mencoba menghubungi seseorang, yang kira - kira mungkin bisa membantu. Lagi, lagi, dan lagi. Tak bosan - bosan sampai akhirnya pasrah.