30 Sep 2011

Buku Harian Ia

Part1.
Membaui wanginya dimana - mana. Matanya menangkap seraut muka seseorang disetiap wajah yang dilalui. Kusapukan mata melihat sekeliling. Dunia berjalan normal. Hidup bergulir seperti biasa. SEMUA HARUS BAIK - BAIK SAJA.
Rupanya Ia masih bercengkrama dengan catatan hariannya. Kehadiran saya tak diketahui Ia.

Kecewaku adalah karena kompormu.
Kenapa teman?...
Indah apabila berada di ruang sudut yang lain.
Nyatanya tidak teman.

Nikmati saja bahagiamu.
Nikmati saja keberhasilanmu.
Kecewaku yang tak pernah tampak.
Faktanya menyisakan airmata dan rasa sakit di dada.

Kecewa ini ada karena ada andilmu teman.
Tampaknya kamu memang care.
Nyatanya kamu mampu tertawa walau disini merana.
Walau kutahu itu secuplik canda ria.
Tapi hati ini kecewa teman.

Diam - diam saya membaca buku harian Ia. Dalam hati pun berkata, maaf ya Ia. Terpaksa nih. Habis buku harianmu tergeletak begitu saja.

cooming soon..lanjutannya.