29 Jun 2011

Tentang Film Serdadu Kumbang

Awalnya mau dibuat judul Resensi Serdadu Kumbang. Tapi ko yah mikir lagi, rasanya berat. Ngeri belum bisa di kategorikan resensi beneran. So di ganti tentang Serdadu Kumbang saja. Karena cuma mengulas ulang :D.

Judulnya Serdadu Kumbang. Begitu lihat judulnya, yang terbayang adalah para kumbang - kumbang yang menyeramkan. Namun di film ini yang dimaksud adalah bukan kumbang benaran. Walaupun di akhir episode dikeluarkan kumbang benaran. Eh.. tapi saya juga agak sangsi itu benaran. mungkin bisa jadi itu permainan gambar. Yang dibuat bak kumbang sungguhan.

Kisah yang dihadirkan seputar pendidikan di pedalaman negeri Indonesia. Ceritanya pun mungkin hampir bisa di bilang pernah terdengar. Yaitu, seorang guru killer, seorang anak minat belajar tapi memiliki keterbatasan, juga latar belakang ekonomi yang kental di gambarkan.

Ceritanya kurang lebih begini:
di nyatakan Tahun lalu, murid-murid di hampir seluruh Indonesia banyak yang tidak lulus ujian nasional. Berbekal pengalaman itu, guru-guru SD & SMP 08 semakin memperketat sistem belajar dan mengajar. Namun penegakkan kedisiplinan yang kaku, menimbulkan dampak bagi murid-murid yang masih dalam usia pertumbuhan. Paling tidak bagi Amek, Acan dan Umbe.

Amek adalah salah satu murid dari sekian banyak murid SDN 08 yang tidak lulus ujian tahun lalu. Sebetulnya Amek adalah anak yang baik, namun sifatnya yang introvert, keras hati dan cenderung jahil, membuat ia sering dihukum oleh guru-gurunya disekolah. Kelebihan Amek akan dimunculkan di tahun berikutnya. Pasca ia tak lulus ujian. Biar ia masih juga malas - malasan, tapi ia senang latihan berbicara sendiri bak penyiar televisi. Rupanya ia kelak bercita - cita menjadi penyiar televisi terkenal. Ia juga pandai berkuda. tapi tak bisa menjawab kalau di tanya cita2. Mungkin karena merasa dirinya ada yang beda (sumbing).

Sebaliknya Minun kakaknya, ia duduk dibangku SMP dan selalu juara kelas. Ia juga sering menjuarai lomba matematika sekabupaten. Sederet piala dan sertifikat berjejer dirumahnya. Minun adalah ikon sekolah, kebanggaan keluarga dan masyarakat. Namun sayang Minum meninggal karena jatuh dari pohon sepulang lihat pengumuman lulus ujian. Ia dinyatakan tidak lulus, biarpun termasuk kategori murid pintar. Sungguh ini realita yang pernah ada di Indonesia. Menyedihkan bukan bagi diri Minun saja, namun begitu pula dengan orangtuanya. Pohon tersebut terletak di luar desa Mantar letaknya persis dibibir tebing, menghadap kelaut lepas. Orang kampung sekitar menyebutnya pohon cita-cita. Pohon itu memang unik. Hampir disetiap dahan diikat dengan tali yang menjulur kebawah karena ujungnya diberi pemberat. Secarik kertas bertuliskan nama seseorang berikut cita-citanya, dan dimasukan ke dalam botol berwarna - warni hingga pohon cita - cita itu terlihat begitu indah. Pasca kepergian Minun, pohon itu hampir di tebang beramai - ramai oleh warga dengan di pelopori Ayahnya Minum( Zakaria) dengan langkah menggebu - gebu. pohon tersebut di bilang bibitnya musyrik. Sebab anak - anak banyak menggantungkan cita - cita di pohon tersebut. Termasuk menyalahkan pohon telah mengakibatkan Minun meninggal.

22 Jun 2011

Namanya Mbok Na

*IniCeritaAnak*
Oleh: Diova L.A
saya lupa ini cerita pernah saya send ke slah satu media atau belum..tapi agaknya sih belum sempat karena ceritanya begitu singkat :)
***

Namanya Mbo’Na. Nama Panjangnya Nariem.Ia perempuan paruh baya yang telah lama ikut dirumahku.Kulit tangannya mulai keriput.Menandakan ia mulai tua. Mbo’Na baru saja dating dari pasar.Ia membwa barang belanjaan.Kedua tangannya penuh dengan bawaan.Aku yakin ia keberatan membawa barang belanjaan itu.

Sudah beberapa hari ini aku merepotkan mbok Na. Setelah dokter mengatakan,aku terkena asam lambung,Mbok Na sibuk melayani kemauanku.aku pun semakin yakin,banhwa Mbok Na amat setia dengan keluargaku.Subhanallah!

Mbok Na begitu sabar meladeniku.Seorang anak usia duabelas tahun yang sangat manja. Hari pertama kusakit,mulutku terasa begitu pahit.Sedangkan perutku lapar. Aku bingung mau makan pakai apa. Aku menyuruh Mbok Na untuk membuatkanku sayur bening bayam. Dan Mbok Na pun mengerjakannya.

Sayur bening bayam pesananku, telah masak. Tapi tak sedikit pun kusentuh sayur pesananku itu. Padahal,aku ingin sekali mencicipinya. Tapi saying seribu saying,mual yang klurasakan mengalahkan rasa laparku.Aku pun tak menelan apa- apa.Tapi kupaksakan untuk meminum air putih, sebab perutku kosong belum berisi makanan sedikit pun sedari pagi.

Hari berikutnya aku minta dibelikan Mbok Na jajanan kampung,bubur sum-sum pakai candil yang pedagngnya suka keliling.setelah dibelikan,aku tk sanggup menghabiskannya.Hanya lima suapan saja yang bisa kucerna dilmbungku.Untungnya dari awal beli,satu mangkuk bubur sum-sum berharg dua ribu itu, sudah kuparuh menjadi dua mangkuk. Jadi , satu mangkuk tidak kusentuh dan satu mangkuknya lagi, hanya kusendok lima suapan.Satu mangkok yang tidak tersentuhku,kuberikan ke Mbok Na.”Habiskan saja Mbok,ujarku padanya.” Sambil menarik nafas,aku pun berkata dalam hati, “selalu kusisakan”.

Keesokan harinya, aku ingin sekali memakan mie instant.Tapi Mbok Na melarangku. Aku tak diberi izin untuk makan mie instant. Katanya,”Nanti perutku panas,karena badanku saja masih lemas.Satu harian penuh aku hanya makan nasi dengan kerupuk udang. Namun aku tak makan banyak, karena rasanya mual dan ingin muntah.”Ya Allah, kapan rasa sakitku berakhir??...,”tanyaku dalam hati.

Tak terasa,sudah empat hari aku terbaring dirumah.Pelajaran sekolahku kutinggalkn untuk sementara.Aku minta izin tidak mengikuti pelajaran, dikarenakan sakit. Jam telah menunjukkan jam makan siang,telpon rumahku berdering. Mbok Na mengangkatnya. Ternyata pihak sekolah menanyai kabarku.Teman-teman sekolahku beserta wali kelasku ingin menjengukku, begitu kata Mbok Na menyampaikan pesan dari telpon untukku.

21 Jun 2011

Di mana kekasih hati

Ia pria yang kucinta
Aku senang padanya
Aku pun tak tahu alasannya mengapa aku cinta?..
Yang aku tahu
Aku tak mau membaginya

Suatu malam kami berpisah
Semenjak itu cinta tetap bersemi di dalam hati

Sering
ku tak bisa melupakannya
Bahkan hinggap atau sekedar mampir memikirkannya

Dimanakah kekasih hati?
Selalu kusembunyikan ia di dalam hati sanubari

*terinspirasi karena sering memutar bellaluna, juga mampir ke blog tetangga*