15 Feb 2011

Kue..kueeeeeeeee

Berjalan keluar gerbang di pukul 05.30. Seorang gadis berkerudung dengan pakaian bergaya seperti orang mau jogging. Tak luput dari T-shirt dan sepatu olahraga. Terkadang hanya memakai sandal plastik saja. Selesai subuhan, bergegas cepat memasukkan beberapa wadah kue yang siap di jadikan tempat. Lalu di gendong dalam sebuah tas ransel bercorak biru hitam.

Selesai mengambil kue pilihan. Biasanya langsung melangkah ke halte transjakarta terdekat. Mengikuti alur busway, mengarah ke Lapangan Senayan.Sesampainya di sana, mulai menuju seputar areal Sektor VII. Gelar koran, mengeluarkan kue yang di bawa,menatanya, lalu menunggu pembeli datang.

Sebenarnya berawal dari dengar cerita kawan. Berikut ringkas ceritanya:Teman berjualan Risoles di Senayan tiap weekends. lebih tepatnya setiap Hari Sabtu.Jadi kepikiran juga dalam hati berkata, "Mengapa saya tidak mencoba?"... Memang mungkin sekedar keisengan.Tapi ada rasa penasaran di dalam hati. Cukup lumayan lama ide ini bernaung dalam pikiran. Dan entah berapa lama persisnya berputar dalam pikiran, tanpa di terapkan sungguhan.

Lanjut ceritanya...
jualan sekali, mogoknya lamaaaaaaaa banget. Mungkin jedah antara jualan pertama dengan berikutnya satu bulanan. Eits baru beberapa kali berjualan, mogok lagi dengan alasan jauh. Bukan Jauh menuju lokasi berjualannya. Namun, tempat mengambil kuenya.Lantaran saya memutuskan pindah kostan. Maklum belum sepenuhnya buat sendiri. Tapi masih ngambil ke orang lain. Beli putus lalu di jual lagi. Sempat ada pelanggan yang menyarankan untuk buat sendiri agar untungnya tambah gede. Saya pun hanya manggut - manggut saja. Boleh si idenya. Lagi - lagi ada kata tapi, belum cukup modal.#alesan.

Dulu aja, pas baru mulai semangat 45. Setiap penjualan, tak luput dari pencatatan. Ada rugi ada untung. Yang jelas pertamanya rugi dulu, sebab belum punya wadah kuenya. Pelan - pelan kelihatan untungnya.