22 Okt 2009

suatu musim

Inilah saya dalam suatu musim
Walau ada embun
Namun embun itu tlah terhapus angin,lalu mengering
Ya embun pagi yang berasa dingin dengan secercah harapan indah dipelupuk mata.

Entah apa maksud tulisan diatas.rasanya pengen aja cuap-cuap.udah lama juga saya enggak cuap-cuap dimedia ini.Kalo dulu pas masih bekerja diradio,ada waktu untuk cuap-cuap.Bahkan terkadang,jika mood hilang,bingung mau cuap-cuap apa?...itulah.. kenangan tak terlupakan...dan itulah saya dibeberapa waktu yang lalu.Untuk menjadi seorang penyiar pun tak disangka.Rasa ingin bekerja untuk dapat penghasilan sendiri motivasi pertamanya.Berawal dapat info dari teman satu kuliah D1 Desain Grafis Master Komputer Lampung,katanya radio MqFm butuh Production House.Mendengarnya,saya pun tertarik.Walau sebenernya saya tidak tau persis program apa yang dipakai.

ternyata eh ternyata saya nekad untuk melamar. Tidak memikirkan apapun kebingungan serta ketidakmengertian siapa profile radionya. Cerita punya cerita saya dapat panggilan. lho ko saya di tawari sebagai penyiar. hehehe... Padahal suara saya khan cempreng. Untuk program acara di awal yang di tawarkan adalah tentang anak - anak. mereka bilang voice saya cocok. Udah gitu saya itu katanya spontanitas. Spontanitas yang dimaksud..seorang penyiar memang harus mendadak punya ide spontan saat membawakan acara. Apalagi sewaktu on air mendadak ngeblank dari teks. Ya harus spontan cari ide mau ngomong apa ke pendengar.