24 Apr 2009

jangan pernah berhenti menulis

haus, haus, haus ...aku dibuatnya.Irama aktivitasku rasanya ada yang kurang.Dahulu walau hanya sebatas buku diary, namun kusempatkan untuk menorehkan segala perasaan dan aktivitas yang kulakukan, tapi belakangan sangat-sanngat sudah jarang.Entah kenapa aku haus akan hal ini.Aku tak tau mengapa rapuhnya aku...hahaha ko jadi seperti lirik sebuah lagu saja.diluar gedung ini langit semakin redup.sebentar lagi pun adzan magrib akan berkumandang.Aku memulai mkenulis.walau entah apa yang ingin kutulis.Pokoknya aku ngin sekali.aku ingin..aku ingin dan tak terbendung.

Belum selesai kubercerita..bener dugaanku, adzan magrib mengundang umat muslim untuk segera meninggalkan pekerjaan dunia.Aku pun ingin bergegas segera beranjak dari kursi ini.Tak sabar rasanya aku ingin bersujud berucap terimakasih pada Sang Kuasa bahwasanya dipetang ini, aku diberi kesempatan menulis.Pokoknya aku ingin menulis!Titik jerit batinku.Entah mau dibawa kemana tulisan ini.Duhai Allah Engkau yang bisa mengarahkan tulisan ini.akankah bermanfaat, ataukah hanya sebagai curahan hati.

17 Apr 2009

Pilihlah rasa

Atas nama Rasa:
Rasa itu bermacam-macam bagi orang
Rasa itu bisa dibedakan
Rasa itu dapat diacuhkan
Rasa itu dapat dianggukkan

Perempuan yang menangis atau sedang berduka karena pilihan rasa
Anak kecil yang merengek minta dibelikan sesuatu oleh ibunya juga dapat dirasa

Sebenarnya apa yang kau rasa??
Mengapa pergunakan terus rasa
Untuk diketahui orang lain atau sekedar untuk diluapkan

Beraneka dari perempuan memilih rasa
Beraneka lelaki menentukan rasa
Beraneka dari perempuan menentukan rasa
Beraneka lelaki memilih rasa
Baik kala menangis, juga tertawa.

Mari kita pilih rasa
Moga rasa itu akhirnya tak terasa
hingga tiba saatnya menggapai asa
Asa yang ingin kau rasa
Sampaikan wahai rasa

5 Apr 2009

Tanpa tau kenapa dan mengapa, juga tak bertanya

Telpon itu berbunyi.Ternyata hampir dua jam ia curhat denganku.dan diakhir telponnya, ia bilang, bisa satu novel va, kalo dibuat novel.Aku pun menyeringai tanda setuju.Tak lama kemudian kuputuskan untuk sekedar berleha-leha dikasur tipis.Belakangan ini adalah hari yang berat bagi mb Eka.Begitu kusebut namanya.Ia teman satu kantorku dulu.ketika ku sedang bekerja disalah satu perusahaan distributor di Bandar Lampung.ku jadi ingat bagaimana ia sering menebengiku pulang bareng.biar badannya kecil,tapi ia lincah bawa motornya.hampir tiap sore pun ia memboncengku sampe dirumah.alhasil ku sering dapat mengirit kantung saku karena tidak mengeluarkan ongkos.

Baiklah akan kuceritakan masalahnya yang diceritakannya ditelpon tadi.Ia sedang sedih berat.Hubungan dengan pacarnya sedang tidak baik,alias sedang ada masalah.Belakangan pacarnya dekat dengan seorang cewe.Bilangnya hanya teman biasa, namun mb Eka tak kuasa tuk menahan cemburu.