31 Des 2014

Serba Nekad #part1

Serba 5000. Iya, serba 5000 adalah sebuah sistem penjualan  yang ditujukan untuk menarik perhatian calon pembeli.  Bahkan pedagang nasi padang pun ada yang mematok harga menunya dengan judul serba 7000. Dengan berpatokan judul – judul tersebut, maka saya mencoba memberi judul utama perihal yang saya lakukan di tahun 2014, yaitu Serba Nekad.

Ya.. kata yang tepat adalah serba nekad. Tahun 2013 saya berasumsi  akan mencoba ikut tes ujian masuk sekolah pasca sarjana.  Dengan modal niat, “Kalau saya lulus, tandanya Allah akan beri saya jalan  keluar. Itulah salahsatu kenekadan saya. Kalau boleh jujur, ketakutan sebenarnya pernah menghampiri saya. 

Berikut pertanyaan – pertanyaan yang pernah muncul sejenak kala itu “Kalau saya tidak lulus, bagaimana? “  “kalau lulus, bayar semesterannya darimana?” “tinggalnya dimana?” “Apakah saya akan pulang pergi Jakarta – Bandung?” “Apakah akan saya tunda lagi, untuk tidak jadi ikut tes?” Hal tersebut pernah muncul dalam pikiran saya saat itu. Setelah cukup lama  bertarung dalam pikiran, akan memilih jurusan apakah nantinya saat saya kembali melanjutkan dunia perkuliahan, alhasil saya tetapkan memilih program studi yang selinier dengan prodi saya semasa kuliah S1. Bimbingan dan Konseling, namanya. 2014, adalah waktunya menjalani setiap proses dari sebuah kenekadan yang saya buat sendiri. 
Saya belajar banyak dari episode ini. Entah sudah berapa banyak saya bercerita kepada siapapun mencari jalan keluar. Dan entah berapa banyak jumlah pendukung, tak mendukung, bahkan antara yang mendukung dan mendukung perihal keinginan saya yang ingin melanjutkan perkuliahan.  Sampai saya bertemu dengan jalan keluar. Saya dapat bantuan. Setelah dioper bak bola pimpong kesana kesini, mondar – mandir. Berlinang airmata itu pasti. Biarpun bantuannya tidak full, setidaknya cukup meringankan beban. Saya mau bilang, Thanks Allah Swt.

Mengingat semuanya adalah penuh perjuangan. Semua belum berakhir, dan masih harus berjuang. Saya percaya akan ada kemudahan di dalam tiap langkah perjalanan.Walau pernah tersandung batu, kata bangkit harus berada di letak teratas.(Paragraf ini copas dari catatan harian saya; 17/12/13)

Finally, saya memberanikan bercerita diblog ini. Blog saya sendiri, yang sudah lama tak dihuni oleh empunyanya. Salah satu alasan saya menutup diri, agar tidak diketahui  kalau saya sedang melanjutkan kuliah lagi adalah karena saya takut putus dijalan. Kecuali dengan rekan – rekan yang sudah terlanjur tahu, saya dapat bercerita bebas. Mohon maaf  buat teman – teman, karena saya mencoba menutupinya dengan memilih banyak diam
Saya memang nekad. Dengan memberanikan diri mengambil resiko dari setiap langkah. Saya tidak pernah menyesal pernah melakukan hal ternekad seperti itu. Dengan modal nekad tersebut, maka saya dapat melingkari salah satu daftar mimpi yang saya miliki.

Tidak ada komentar: