9 Nov 2012

Pandangan

Ketika saya bekerja di Kota Jakarta, banyak yang menyangka bahwa saya banyak uangnya. Ada juga yang menyangka enggak mungkin saya bokek. Semakin dinilai waaw..keren ya bisa bertahan tinggal di Jakarta. Padahal disini saya hanyalah seorang anak perantauan yang wajib bayar kost - kostan per/bulan, memanaj keuangan agar cukup hingga akhir bulan, menyisihkan uang jajan kalo lagi butuh hiburan atau ingin jalan - jalan bersama teman. Mengapa orang menganggap begitu?..

Beberapa pandangan orang, dan itulah yang dinamakan persepsi. Kita dimata oranglain. Orang berpendapat karena faktor pengalaman, faktor lingkungan. Nah bisa jadi juga karena sering kali kita menonton acara - acara yang berbalut glamor di tv dengan segenap gemerlapnya asessoris. Yah itu hanya xample tentang bagaimana asal muasal orang berkesimpulan. Tentunya saya rasa, faktornya mirip, mengapa orang berpendapat perihal diri saya. Menilai oranglain lebih baik dari kita. Padahal andai saja kita yang menjadi oranglain, belum tentu kita betah berperan menjadi oranglain. Begitupula ketika banyak menyangka hidup saya enak. Karena setiap individu, termasuk diri ini saya akui  ada sisi - sisi tak enaknya.

Positifnya alhamdulillah hidup saya dianggap enak, berharap itulah doa dari banyak orang untuk saya. Yah karena mungkin tidak semua pernah saya katakan pada semua orang. Ada hal - hal yang membuat saya kecewa dalam perjalanan kehidupan ini. Dan semua itu, luar biasa bak anak tangga yang berhasil saya lalui. ketika saya belum mencapai anak teratas, maka saya sedang berproses. Kadang saya pun terpleset, kadang saya jatuh karena kesalahan dalam mengambil keputusan/ berpendapat.

Semua menjadikan pengalaman semakin menjulang, tuk bekal kehidupan di masa depan tentunya. Mari siapkan diri menyongsong masa depan gemilang.