Karangan ini dibuat, sewaktu training sebelum menjadi karyawan Lampung Tivi.Ujungnya saya tinggalkan karena ingin fokus menyelesaikan skripsi.
Judule: Orang Desa di Apartemen
Suatu fenomena yang ada di Indonesia.
Ditengah marak pencari kerja, dan sulitnya mencari pekerjaan. Ditemukan nuansa kehidupan sebuah keluarga yang memiliki pembantu rumah tangga asal Indonesia. Suasana tersebut ada dalam gedung Apartemen lantai 18.
Kota Singapura belum banyak berubah. Hari ini waktu bergulir seperti hari - hari lain yang telah lewat. Disudut kota sekitar jalan Awang kelang Lama, orang - orang sibuk hilir mudik memanfaatkan waktu untuk berangkat kerja. Tidak banyak yang tahu, bahwa di daerah padat hunian ini terdapat sebuah Apartemen yang usianya sudah tua.
Apartemen Permata namanya. letaknya sekitar 50 meter dari tepi Jalan Awang kelang Lama. Sepintas, apartemen tersebut seperti gedung baru. Tingginya pun tak setinggi apartemen - apartemen lainnya. Di badan jalan, terdapat pembatas berupa pagar besi. Pagar itu berdiri kokoh diatas pondasi yang mengikuti bentuk apartemen.
Hari ini, 14 Desember 2007, waktu sudah menunjukkan pukul 11.00. Langit dihiasi awan putih. Arak - araknya terkadang sesekali menghalangi sinar matahari. Suasana cukup teduh. Angin bertiup sepoi - sepoi menyusup celah jendela yang dibuka pebghuninya secara sengaja.
Di lantai 18 seorang perempuan berambut sebahu sedang bingung memikirkan sesuatu. Perempuan itu bernama Ceriawati. Seorang pembantu rumah tangga asal Indonesia yang telah bekerja selama 2 tahun. Perempuan hitam manis yang telah memiliki dua orang anak dengan usia 3 tahun dan 7 tahun itu berniat kabur dari kediaman Mr.Lank.
Mr. Lank adalah tuan rumah tempat ia menhasilkan uang yang selama ini di kirimkan ke Indonesia untuk membantu keperluan keluarganya. "Aduh!Kabur...enggak...kabur...enggak?" keluh perempuan tersebut, "eh, ada kain gendongan si ling-ling." Tiba - tiba perempuan asal Wonosobo, Lampung Tanggamus itu timbul ide untuk kabur dari apartemen menggunakan kain gendongan anak majikannya yang masih berumur 2 tahun. Selang lima menit ia memikirkan idenya itu. Tak lama kemudian suara bel berbunyi, Ia pun tersontak kaget, berlekas menata pikirannya kembali. "Waduh ra sido meneh iki? (aduh enggak jadi lagi ini?)", ujarnya berbahasa Jawa dalam hati.
Di depan pintu,telah tampak seorang bapak beranak dua, dengan wajah bulatnya memasuki ruangan bersekat lemari kayu, menuju locker besi tempat ia menyimpan sebagian uangnya. Mr.Lank tampak tergesa - gesa untuk membuka lockernya yang terkunci. Ia tak sempat untuk berkata sepatah kata dengan Ceriawati, sang pembantunya yang sedari tadi hanya terdiam memperhatikan tingkah laku majikannya itu. Tak lama berselang, Mr.Lank kembali pergi dengan membawa setumpuk uang yang ia masukkan kedalam tas ranselnya. Ceriawati merasa lega melihat si majikan pergi meninggalkan pintu apartemen menganga tak sempat ditutup majikannya. Akhirnya Ceriawati memanfaatkan waktu tersebut untuk melkukn rencananya. Ceriawati membongkar lemari baju anak majikannya, untuk mencari kain panjang, atau akain gendong sebutan umum bagi orang Indonesia. Dari dalam lemari di temukan emapat kain panjang, ditambah satu kain panjang yang tergeletak di ranjang kamar ling-ling. Ibu dua anak tersebut mengkaitkan anatara kain satu dengan kain lainnya, kemudia ia simpulkan pada bangku marmer yang diarahkan kedekat jendela. Tak lama kemudian ia melangkahkan kaki keluar dari jendela dengan berpegangan pada kain.
***
0 komentar:
Poskan Komentar