Sebenarnya yang kita rasa itu sama, hanya saja berada di ruang yang berbeda.
Sebenarnya yang ingin kita katakan itu sama, hanya saja sudah terlalu lama terpendam dan suasananya kini berbeda.
Sebenarnya yang kita lakukan itu sama, terpaksa merelakan pergi.
Sebenarnya memang kita sama.
Sama - sama melirik, lalu asik dengan pekerjaan, biar terkesan tak peduli.
Sebenarnya kita sama - sama tahu sesuatu, namun asik dengan telpon genggam, biar terkesan acuh.
Sebenarnya..sebenarnya.. kalimat di atas pas, itulah yang diingat dari pertemuan pertama kita di kurun waktu yang lalu.
0 komentar:
Poskan Komentar