Ternyata semua itu .., saya rasa adalah firasat.
Kata orang mata kedutan itu ada maknanya. Percaya enggak percaya saya kurang peduli. tepatnya rabu malam kamis...kelopak mata sebelah kiri bawah kedutan tak henti -hentinya. Saking lama durasinya saya risih sendiri. Mungkin karena ada sesuatu yang berbeda atau tak biasa saya alami. Rasa penasaran dan khawatir pun muncul berbarengan di dalam diri saya. tidur tak bisa, mata terus - terusan berkedut/ bergerak. Saya putuskan untuk menelpon sepupu. Berharap beliau mengerti dengan yang begini.
Dari seberang kabel sepupu menenangkan saya. "sudah enggak apa - apa, kayaknya mau ketemu temen lama kalo kedutannya di sebelah situ" (Hibur sepupu. Posisi kedutan mata kiri bagian bawah. Dalam hati berfikir, "memang sih ada planning mau ketemu temen lama yang datang dari Palembang".
Hati pun tetep ikut berfikir. Aneh rasanya, orang udah janjian mau ketemu temen lama ko. Eh..masa iya sih harus di beri tanda dengan kedutan dengan durasi 15 menit. Eh ko yah jadi menafsirkan arti kedutan. Astagfirullohaladzim. Akhirnya okelah saya menepis rasa gundah yang datang. Tanpa disadari, saya pun terlelap tidur.
Pagi harinya, saya terbangun dan tersadar matanya sudah tak berkedutan. Eeh..baru sedetik membatin dalam hati, ko yah muncul lagi si kedutan mata pada posisi yang sama. Tapi kali ini agak berbeda,durasi kedutan lebih dikit. Muncul sesaat..hilang tiba- tiba, lalu muncul kembali dalam waktu yang memang tidak di tentukan.
Rada aneh memang kejadian demi kejadian... tapi ini realita. Saya merasakan dan gelisah gundah gulana. Selang beberapa hari sejak pertama kali saya kedutan, saya di kabari bahwa ayah meninggal. Semua rasa pun tumpah ruah.
Kali ini saya tidak mau cerita kenapa dan bagaimana kisah hidup saya pasca kehilangan seorang ayah, namun ini kejadian yang mungkin bisa di sebut sebuah firasat.
Oh ya, beberapa waktu sebelum dapat kabar duka ini, saya pun sering di gonggong anjing. Beberapa kawan-kawan yang mengetahui saya digonggong anjing pun bersuara." ih, kenapa ya..si diova sering di gonggong jack,nama anjing yang ada di komunitas seni".. Ada juga yang bilang," lu lagi diikutin tuh!"
Hm..saya sempet bergidik alias merinding, juga bertanya sendiri, apa iya ya...? Ih serem..siapa coba yang ngikutin saya..arwah mana maksudnya?.. atau roh halus mana yang mau ngintilin saya. Udah ah ng mau berlama-lama ngomongin yang begini-begini.
Ngeriiiiiii. Emang dasar penakut. *kadang-kadang si-alesan :D.
Setelah melewati hal-hal itu, maka saya pun berfikir lagi, lagi dan lagi. Apa itu ya namanya firasat?...atau ini yang di namakan kontak bathin antara anak dan ayahnya?...
SELAMAT JALAN PAPA..
Ada banyak kata yang enggak bisa di ungkap..dan sudah lama tertahan. Tapi kata yang ditulis dengan penuh sesal dan berdosa. Anakmu mohon maaf, karna tidak memenuhi keinginanmu sampai akhirnya ajal memisahkan kita. Maafkan karena keegoan anakmu ini, tidak pernah berkata..bahwa betapa anakmu ini merindukanmu. Bertahun-tahun berpisah, dan kini benar-benar berpisah dalam dunia yang berbeda.
***
Masih berhubungan dengan firasat, tapi yang ini muncul di detik - detik menjelang my mom meninggal. Saya bermimpi. Kurang jelas, tapi yang saya ingat..ibu saya akan pergi. Bangun-bangun mata saya basah. ternyata saya benaran menangis. Dan pada saat itu, kondisi ibu saya memang sedang sakit. Lagi, lagi saya berfikir..mungkin Allah akan memanjangkan umur ibu saya, dan sembuh. Berharap dalam gelisah tersisa bekas bawaan mimpi tersebut. Saya pun tak berani cerita ke ibu saya. Tapi saya berusaha menguatkan diri saya. Itu cuma mimpi, walau dalam hati berfikir..jangan-jangan ibu saya...(tak perlu saya teruskan, mungkin pembaca mengerti apa yang dimaksud saya titik-titik)
Selang waktu antara mimpi dan berita duka, saya tidak tau persis. Kejadian ini sudah lama. Namun setelah ibu saya meninggal, maka saya berfikir..mungkin itu yang dinamakan firasat.
Cerita lainnya...
perasaan enggak enak, sewaktu saya membawa kantung darah buat ibu saya. Ditambah ada kucing hitam melintas di depan mobil kami pada saat itu. Saya masih ingat, kucing itu melintas ke arah sebelah kiri persis di depan mobil yang kami gunakan membawa kantung darah.
Sejak itu, setiap ada kucing melintas kearah sebelah kiri persis di depan saya, maka saya merasa parno. alias ketakutan, juga cemas akan ada hal-hal yang tidak diinginkan.
Ini hanya sebuah cerita, sebagai umat Islam setahu saya percaya begituan juga enggak baik. Tapi bagi saya, hal semacam itu, sekedar peringatan atau mawas diri, dan enggak wajib di percayai. Sebenernya masih banyak cerita-cerita tentang firasat ini itu dan beberapa kejadian. Misal putus dengan pacar, atau cerita lainnya. Namun sekian saja dulu mungkin di lain waktu saya akan bercerita perihal yang semacam ini.
0 komentar:
Poskan Komentar