23 Nov 2011

Sepenggal kisah tentang Tenaga Kerja Indonesia

Karangan ini dibuat, sewaktu training sebelum menjadi karyawan Lampung Tivi.Ujungnya saya tinggalkan karena ingin fokus menyelesaikan skripsi.
Judule: Orang Desa di Apartemen

Suatu fenomena yang ada di Indonesia.
Ditengah marak pencari kerja, dan sulitnya mencari pekerjaan. Ditemukan nuansa kehidupan sebuah keluarga yang memiliki pembantu rumah tangga asal Indonesia. Suasana tersebut ada dalam gedung Apartemen lantai 18.


Kota Singapura belum banyak berubah. Hari ini waktu bergulir seperti hari - hari lain yang telah lewat. Disudut kota sekitar jalan Awang kelang Lama, orang - orang sibuk hilir mudik memanfaatkan waktu untuk berangkat kerja. Tidak banyak yang tahu, bahwa di daerah padat hunian ini terdapat sebuah Apartemen yang usianya sudah tua.

Apartemen Permata namanya. letaknya sekitar 50 meter dari tepi Jalan Awang kelang Lama. Sepintas, apartemen tersebut seperti gedung baru. Tingginya pun tak setinggi apartemen - apartemen lainnya. Di badan jalan, terdapat pembatas berupa pagar besi. Pagar itu berdiri kokoh diatas pondasi yang mengikuti bentuk apartemen.

Hari ini, 14 Desember 2007, waktu sudah menunjukkan pukul 11.00. Langit dihiasi awan putih. Arak - araknya terkadang sesekali menghalangi sinar matahari. Suasana cukup teduh. Angin bertiup sepoi - sepoi menyusup celah jendela yang dibuka pebghuninya secara sengaja.

Di lantai 18 seorang perempuan berambut sebahu sedang bingung memikirkan sesuatu. Perempuan itu bernama Ceriawati. Seorang pembantu rumah tangga asal Indonesia yang telah bekerja selama 2 tahun. Perempuan hitam manis yang telah memiliki dua orang anak dengan usia 3 tahun dan 7 tahun itu berniat kabur dari kediaman Mr.Lank.

Mr. Lank adalah tuan rumah tempat ia menhasilkan uang yang selama ini di kirimkan ke Indonesia untuk membantu keperluan keluarganya. "Aduh!Kabur...enggak...kabur...enggak?" keluh perempuan tersebut, "eh, ada kain gendongan si ling-ling." Tiba - tiba perempuan asal Wonosobo, Lampung Tanggamus itu timbul ide untuk kabur dari apartemen menggunakan kain gendongan anak majikannya yang masih berumur 2 tahun. Selang lima menit ia memikirkan idenya itu. Tak lama kemudian suara bel berbunyi, Ia pun tersontak kaget, berlekas menata pikirannya kembali. "Waduh ra sido meneh iki? (aduh enggak jadi lagi ini?)", ujarnya berbahasa Jawa dalam hati.

Di depan pintu,telah tampak seorang bapak beranak dua, dengan wajah bulatnya memasuki ruangan bersekat lemari kayu, menuju locker besi tempat ia menyimpan sebagian uangnya. Mr.Lank tampak tergesa - gesa untuk membuka lockernya yang terkunci. Ia tak sempat untuk berkata sepatah kata dengan Ceriawati, sang pembantunya yang sedari tadi hanya terdiam memperhatikan tingkah laku majikannya itu. Tak lama berselang, Mr.Lank kembali pergi dengan membawa setumpuk uang yang ia masukkan kedalam tas ranselnya. Ceriawati merasa lega melihat si majikan pergi meninggalkan pintu apartemen menganga tak sempat ditutup majikannya. Akhirnya Ceriawati memanfaatkan waktu tersebut untuk melkukn rencananya. Ceriawati membongkar lemari baju anak majikannya, untuk mencari kain panjang, atau akain gendong sebutan umum bagi orang Indonesia. Dari dalam lemari di temukan emapat kain panjang, ditambah satu kain panjang yang tergeletak di ranjang kamar ling-ling. Ibu dua anak tersebut mengkaitkan anatara kain satu dengan kain lainnya, kemudia ia simpulkan pada bangku marmer yang diarahkan kedekat jendela. Tak lama kemudian ia melangkahkan kaki keluar dari jendela dengan berpegangan pada kain.

***

1 Nov 2011

November Time

Selamat datang Bulan November..Mari bersulang air putih untuk kesehatan.
Bulan cerita. Pasca resmi meminta resign dari pekerjaan, tiba - tiba saya mengetahui sesuatu hal.Ini kejutan...

Saya mau bilang, sekalipun saya sudah enggan untuk tahu tentang makna kata per kata dari kisah di masa lalu. Ternyata banyak rahasia di balik kata,dan gaya. Ada kejanggalan, dan semua terungkap.Ada rahasia tentang pribadi - pribadi beberapa orang yang terkuak. Semua hal itu saya ketahui.

Kini saya memberanikan diri untuk menuliskannya dalam blog ini, tanpa harus saya detailkan apa saja rahasia itu.Cukup saya mengaku, bahwa benar saya sudah tahu banyak hal.Saya mengerti mengapa sempat ada sikap, juga omongan yang tidak sedap dari beberapa individu.Selama ini saya sudah cukup tebal kuping, untuk menerima apapun itu ucapan orang. Baik dalam bentuk sindiran, ataupun blak-blakan.

Keputusannya, tidak perlu saya luruskan, biarpun dugaan orang terkadang tidak benar. Karena oranglain sebenarnya tidak tahu apa - apa, dan orang lain cenderung tetap tidak percaya jika saya jelaskan. Saya ingin katakan satuhal, Tolong TIDAK USAH dikaitkan antara urusan pribadi saya dengan urusan lainnya! Sayangnya, ada yang mengkaitkannya. Sedih saya menyimak sikap - sikap itu.

19 Okt 2011

Osreng kacang Ijo

Berawal dari maen ke rumah sepupu. Ngeliat di toples terdapat camilan kacang ijo. Ihiy..sungguh menarik hati. Bagi saya, hal ini baru liat. Maklum belum pernah nemu. Lazimnya yang di buat camilan adalah kacang kedele, kacang bawang, kacang mede.

Nah cerita punya cerita to the point aja tanya ke sepupu. "Ini sapa yang buat nyeng?"(sapaan akrab buat sepupu saya). Dapatlah jawabannya, yaitu ibunya yang buat itu penganan. Uhuy..lekas saya bertanya ke uwak saya. Panggilan buat kakak ipar dari mama saya. Alias ibu dari sepupu saya.

Tak lama kemudian otak saya merekam cuplikan resep dari si uwak.
Owh..
Owh..
dalam hati berbicara. "Gampang" (Eaaaaaa..lagaknya saya, padahal pas mau mraktekkin sempet lupa hehehe)

Baiklah inilah rekaman dari resep si uwak yang udah pernah saya coba :).Yang perlu di siapin jreng - jreng....
Bahan:
Kacang hijau.....banyaknya boleh berape aje. asal jangan 3 biji ye :D.
Minyak makan..... kira - kira aja dicukup2in. Asal yang baru ye.
Garam.....kira - kira again.
Air..... yang adem aje.
Catatan: boleh di kasi bumbu penyedap bagi yang selera.


Peralatan:
Baskom
Wajan

Tata Cara:
Pertama - tama, kacang hijau di cuci..lalu di rendam dalam baskom. Baru setelah semalaman di rendam, keesokannya di bilas lagi dengan air bersih dan di taburi garam halus. And siapin minyak panas..osreng2..jadilah camilan dari kacang hijau.
*ngences*

Nah pas saya coba bawain secumit untuk sobat saya, karena kebetulan kita emang lagi janjian untuk ketemuan, eh dari ceritanya camilan ini kalo di Serang dinamai *Pencok*

Lucunya lagi.. pas sedang proses perendaman..saking kelamaan di rendam..si kacang ijo mulai tumbuh kecambah. Sempet ketar - ketir dengan tumbuhnya kecambah. Untung lekas saya buang si rasa khawatir akibat mulai tumbuhnya kecambah ini. *lebai :)

Ngomong - ngomong, pertama menggunyah kacang ijo di dalam gigi..bakal kayak berantem sama seisi mulut wehehe..
Bagaimana?..siap mencoba teman - teman?..."Selamat mencoba teman :)"

30 Sep 2011

Buku Harian Ia

Part1.
Membaui wanginya dimana - mana. Matanya menangkap seraut muka seseorang disetiap wajah yang dilalui. Kusapukan mata melihat sekeliling. Dunia berjalan normal. Hidup bergulir seperti biasa. SEMUA HARUS BAIK - BAIK SAJA.
Rupanya Ia masih bercengkrama dengan catatan hariannya. Kehadiran saya tak diketahui Ia.

Kecewaku adalah karena kompormu.
Kenapa teman?...
Indah apabila berada di ruang sudut yang lain.
Nyatanya tidak teman.

Nikmati saja bahagiamu.
Nikmati saja keberhasilanmu.
Kecewaku yang tak pernah tampak.
Faktanya menyisakan airmata dan rasa sakit di dada.

Kecewa ini ada karena ada andilmu teman.
Tampaknya kamu memang care.
Nyatanya kamu mampu tertawa walau disini merana.
Walau kutahu itu secuplik canda ria.
Tapi hati ini kecewa teman.

Diam - diam saya membaca buku harian Ia. Dalam hati pun berkata, maaf ya Ia. Terpaksa nih. Habis buku harianmu tergeletak begitu saja.

cooming soon..lanjutannya.

10 Agt 2011

met ulang tahun adekku




Cha - cha berwarna, roti bertabur parutan cheese sudah di siapkan,tapi mengerjakannya tidak tepat tanggal 10 Agustus. Enggak apa - apa yah dek. Tapi yang penting ucapan dan kalimat awal paragraf ini pas di posting tanggal 10/08 lho :D. Baiklah kita mulai saja. Beberapa foto yang di ambil pake kamera Handphone pinjeman hehehe.



1..2..3
cekrek..



nah yang ini beberapa hasil jepretan, termasuk jepretan si alat2 yang udah di siapin untuk pernak - pernik pemanis...
....




Numpang foto di karpet Mickey :)












Adikku ulang tahun..Jarak memisahkan..hanya ucapan yang tak ingin terlewatkan. Segelintir ide untuk memposting beberapa gambar pun di realisasikan. "Happy Birthday Nata adikku" Tambah umur, tambah dewasa, tambah rajin beribadah, juga rajin kuliah ya hehehe..

Lucunya sehabis jeprat - jepret, baru inget. Lho ko cha - cha nya belum jadi penghias ya?..Oalah. So, buatlah rangkaian sepiring roti yang bertabur coklat berwarna - warni whehehe.

21 Jul 2011

Lirik Insya Allah

By: Maher Zain

Everytime you feel like you cannot go on
You feel so lost
That your so alone
...All you is see is night
And darkness all around
You feel so helpless
You can’t see which way to go
Don’t despair and never loose hope
Cause Allah is always by your side

Insha Allah x3
Insya Allah you’ll find your way

Everytime you commit one more mistake
You feel you can’t repent
And that its way too late
Your’re so confused, wrong decisions you have made
Haunt your mind and your heart is full of shame

Don’t despair and never loose hope
Cause Allah is always by your side
Insha Allah x3
Insya Allah you’ll find your way
Insha Allah x3
Insya Allah you’ll find your way

Turn to Allah
He’s never far away
Put your trust in Him
Raise your hands and pray

OOO Ya Allah
Guide my steps don’t let me go astray
You’re the only one that showed me the way,
Showed me the way x2
Insyaallah x3
Insya Allah we’ll find the way

7 Jul 2011

Sebenarnya

Sebenarnya yang kita rasa itu sama, hanya saja berada di ruang yang berbeda.
Sebenarnya yang ingin kita katakan itu sama, hanya saja sudah terlalu lama terpendam dan suasananya kini berbeda.
Sebenarnya yang kita lakukan itu sama, terpaksa merelakan pergi.
Sebenarnya memang kita sama.
Sama - sama melirik, lalu asik dengan pekerjaan, biar terkesan tak peduli.
Sebenarnya kita sama - sama tahu sesuatu, namun asik dengan telpon genggam, biar terkesan acuh.
Sebenarnya..sebenarnya.. kalimat di atas pas, itulah yang diingat dari pertemuan pertama kita di kurun waktu yang lalu.

6 Jul 2011

Berjalan mengikuti kata hati

Biasanya kalau orang keluar rumah tentu punya tujuan. Namun berbeda yang saya lakukan.
Keanehan yang terjadi di kurun beberapa bulan kemarin. Melangkah dari kostan tanpa tujuan yang jelas. Berjalan mengikuti kata hati. Rada sedikit aneh memang, namun demikianlah realita keadaannya. Saya bener - bener berjalan tanpa kejelasan. Berlalu sambil menyusuri jalanan. Di Pikiran terlintas: "mau kemana ya?"... trus "naik mikroletkah?, ojekkah? busway? atau apa?"...

Perjalanan pun saya teruskan tanpa beban dan rintangan. Saya benar - benar berjalan. Kalau hati saya berkata tetap berjalan ya enggak mau berhenti. Aneh sungguh aneh. Saya yang menerapkannya saja berasa aneh. Itulah kenyataan.

Kendaraan yang dipilih juga sesuai kata hati. Mau berhenti atau menyambung kendaraan lainnya juga sesuai kata hati. Semuanya sesuai kata hati.

29 Jun 2011

Tentang Film Serdadu Kumbang

Awalnya mau dibuat judul Resensi Serdadu Kumbang. Tapi ko yah mikir lagi, rasanya berat. Ngeri belum bisa di kategorikan resensi beneran. So di ganti tentang Serdadu Kumbang saja. Karena cuma mengulas ulang :D.

Judulnya Serdadu Kumbang. Begitu lihat judulnya, yang terbayang adalah para kumbang - kumbang yang menyeramkan. Namun di film ini yang dimaksud adalah bukan kumbang benaran. Walaupun di akhir episode dikeluarkan kumbang benaran. Eh.. tapi saya juga agak sangsi itu benaran. mungkin bisa jadi itu permainan gambar. Yang dibuat bak kumbang sungguhan.

Kisah yang dihadirkan seputar pendidikan di pedalaman negeri Indonesia. Ceritanya pun mungkin hampir bisa di bilang pernah terdengar. Yaitu, seorang guru killer, seorang anak minat belajar tapi memiliki keterbatasan, juga latar belakang ekonomi yang kental di gambarkan.

Ceritanya kurang lebih begini:
di nyatakan Tahun lalu, murid-murid di hampir seluruh Indonesia banyak yang tidak lulus ujian nasional. Berbekal pengalaman itu, guru-guru SD & SMP 08 semakin memperketat sistem belajar dan mengajar. Namun penegakkan kedisiplinan yang kaku, menimbulkan dampak bagi murid-murid yang masih dalam usia pertumbuhan. Paling tidak bagi Amek, Acan dan Umbe.

Amek adalah salah satu murid dari sekian banyak murid SDN 08 yang tidak lulus ujian tahun lalu. Sebetulnya Amek adalah anak yang baik, namun sifatnya yang introvert, keras hati dan cenderung jahil, membuat ia sering dihukum oleh guru-gurunya disekolah. Kelebihan Amek akan dimunculkan di tahun berikutnya. Pasca ia tak lulus ujian. Biar ia masih juga malas - malasan, tapi ia senang latihan berbicara sendiri bak penyiar televisi. Rupanya ia kelak bercita - cita menjadi penyiar televisi terkenal. Ia juga pandai berkuda. tapi tak bisa menjawab kalau di tanya cita2. Mungkin karena merasa dirinya ada yang beda (sumbing).

Sebaliknya Minun kakaknya, ia duduk dibangku SMP dan selalu juara kelas. Ia juga sering menjuarai lomba matematika sekabupaten. Sederet piala dan sertifikat berjejer dirumahnya. Minun adalah ikon sekolah, kebanggaan keluarga dan masyarakat. Namun sayang Minum meninggal karena jatuh dari pohon sepulang lihat pengumuman lulus ujian. Ia dinyatakan tidak lulus, biarpun termasuk kategori murid pintar. Sungguh ini realita yang pernah ada di Indonesia. Menyedihkan bukan bagi diri Minun saja, namun begitu pula dengan orangtuanya. Pohon tersebut terletak di luar desa Mantar letaknya persis dibibir tebing, menghadap kelaut lepas. Orang kampung sekitar menyebutnya pohon cita-cita. Pohon itu memang unik. Hampir disetiap dahan diikat dengan tali yang menjulur kebawah karena ujungnya diberi pemberat. Secarik kertas bertuliskan nama seseorang berikut cita-citanya, dan dimasukan ke dalam botol berwarna - warni hingga pohon cita - cita itu terlihat begitu indah. Pasca kepergian Minun, pohon itu hampir di tebang beramai - ramai oleh warga dengan di pelopori Ayahnya Minum( Zakaria) dengan langkah menggebu - gebu. pohon tersebut di bilang bibitnya musyrik. Sebab anak - anak banyak menggantungkan cita - cita di pohon tersebut. Termasuk menyalahkan pohon telah mengakibatkan Minun meninggal.

22 Jun 2011

Namanya Mbok Na

*IniCeritaAnak*
Oleh: Diova L.A
saya lupa ini cerita pernah saya send ke slah satu media atau belum..tapi agaknya sih belum sempat karena ceritanya begitu singkat :)
***

Namanya Mbo’Na. Nama Panjangnya Nariem.Ia perempuan paruh baya yang telah lama ikut dirumahku.Kulit tangannya mulai keriput.Menandakan ia mulai tua. Mbo’Na baru saja dating dari pasar.Ia membwa barang belanjaan.Kedua tangannya penuh dengan bawaan.Aku yakin ia keberatan membawa barang belanjaan itu.

Sudah beberapa hari ini aku merepotkan mbok Na. Setelah dokter mengatakan,aku terkena asam lambung,Mbok Na sibuk melayani kemauanku.aku pun semakin yakin,banhwa Mbok Na amat setia dengan keluargaku.Subhanallah!

Mbok Na begitu sabar meladeniku.Seorang anak usia duabelas tahun yang sangat manja. Hari pertama kusakit,mulutku terasa begitu pahit.Sedangkan perutku lapar. Aku bingung mau makan pakai apa. Aku menyuruh Mbok Na untuk membuatkanku sayur bening bayam. Dan Mbok Na pun mengerjakannya.

Sayur bening bayam pesananku, telah masak. Tapi tak sedikit pun kusentuh sayur pesananku itu. Padahal,aku ingin sekali mencicipinya. Tapi saying seribu saying,mual yang klurasakan mengalahkan rasa laparku.Aku pun tak menelan apa- apa.Tapi kupaksakan untuk meminum air putih, sebab perutku kosong belum berisi makanan sedikit pun sedari pagi.

Hari berikutnya aku minta dibelikan Mbok Na jajanan kampung,bubur sum-sum pakai candil yang pedagngnya suka keliling.setelah dibelikan,aku tk sanggup menghabiskannya.Hanya lima suapan saja yang bisa kucerna dilmbungku.Untungnya dari awal beli,satu mangkuk bubur sum-sum berharg dua ribu itu, sudah kuparuh menjadi dua mangkuk. Jadi , satu mangkuk tidak kusentuh dan satu mangkuknya lagi, hanya kusendok lima suapan.Satu mangkok yang tidak tersentuhku,kuberikan ke Mbok Na.”Habiskan saja Mbok,ujarku padanya.” Sambil menarik nafas,aku pun berkata dalam hati, “selalu kusisakan”.

Keesokan harinya, aku ingin sekali memakan mie instant.Tapi Mbok Na melarangku. Aku tak diberi izin untuk makan mie instant. Katanya,”Nanti perutku panas,karena badanku saja masih lemas.Satu harian penuh aku hanya makan nasi dengan kerupuk udang. Namun aku tak makan banyak, karena rasanya mual dan ingin muntah.”Ya Allah, kapan rasa sakitku berakhir??...,”tanyaku dalam hati.

Tak terasa,sudah empat hari aku terbaring dirumah.Pelajaran sekolahku kutinggalkn untuk sementara.Aku minta izin tidak mengikuti pelajaran, dikarenakan sakit. Jam telah menunjukkan jam makan siang,telpon rumahku berdering. Mbok Na mengangkatnya. Ternyata pihak sekolah menanyai kabarku.Teman-teman sekolahku beserta wali kelasku ingin menjengukku, begitu kata Mbok Na menyampaikan pesan dari telpon untukku.

21 Jun 2011

Di mana kekasih hati

Ia pria yang kucinta
Aku senang padanya
Aku pun tak tahu alasannya mengapa aku cinta?..
Yang aku tahu
Aku tak mau membaginya

Suatu malam kami berpisah
Semenjak itu cinta tetap bersemi di dalam hati

Sering
ku tak bisa melupakannya
Bahkan hinggap atau sekedar mampir memikirkannya

Dimanakah kekasih hati?
Selalu kusembunyikan ia di dalam hati sanubari

*terinspirasi karena sering memutar bellaluna, juga mampir ke blog tetangga*

21 Mei 2011

Saya bukan penuntut atau penuntut

Pernahkah teman - teman dianggap sebagai penuntut?..Yah mungkin karena kita banyak ingin ini itu dan memaksa seseorang untuk membantu merealisasikan keinginan kita. Duile..berat bahasanya. :D

Ceritanya ini terjadi sewaktu zaman saya kecil. Eh. berarti waktu gede?..aaw..lanjutkan baca dulu daripada penasaran. Nanti juga tahu.

"Ma,beliin tas baru ya ma?" (pasang muka memelas)
Balasan mama: " ganti tas kalo udah rusak!" (tegas, lugas, tanpa ada tanda basa - basi)
Bayangkan perasaan saya sewaktu itu. Saya paling enggak bisa ngomong kalo mama udah tegas. jangankan protes, karena akan sia - sia/percuma. (ups..boros kata)

Lanjut cerita..setiap saya pengen punya tas baru, sudah bosen, dan di tambah lagi ada tas yang lagi trend pada kala itu, maka satu - satunya cara yang akan saya lakukan adalah menengok keadaan tas saya. Sudah tahukah selanjutnya apa yang akan saya lakukan?... :) Ya, saya mencari - cari kondisi tas yang memungkinkan untuk dijadikan alasan bahwa ini tas beneran sudah rusak dan perlu di ganti. Tapi sialnya setiap saya berkeinginan ko yah dilalanya ( kebetulan) enggak pernah rusak. So, saya selalu menanti dan menanti ini tas rusak. Lamaaaaaaaaaaa banget biasanya. Apalagi saya bukan ahlinya merusak tas. buktinya tas saya selalu awet selalu.

Anak kecil yang kepengenan dan enggak kesampean yah ujungnya nangis. Walau enggak berani terang - terangan, yang pasti sedih :(. Namanya juga diova bukan penuntut atu penuntut?hehehe... Mungkin karena saya tidak berani, maka harapannya tas saya segera rusak agar bisa cepat minta ganti. Maklum saja, sewaktu kecil, saya sekolah di swasta. Teman saya banyak yang berasal dari ekonomi berkecukupan termasuk menengah ke atas. Walau sebenernya si enggak semuanya juga. Tapi memori dan anggapan saya begitu. Intinya teman - teman saya selalu bisa apa saja yang mereka mau.

Satu lagi, keluarga saya biasa saja. Sebenernya ya mampu untuk menuruti segala keinginan saya. Mungkin itulah pola yang di bentuk mama saya, supaya saya bisa mengarungi kehidupan. Suit..suit. Mama saya adalah orang yang selalu menularkan kesederhanaan. Walau dengan cara mengajarkan saya hidup prihatin. Bukan enggak mampu beli tas baru semaunya tapi membiasakan diri supaya bisa belajar menimang apa yang di perlukan diri ini. Duh jadi agak sedih ni mengenangnya. Huuh ciwek.Payah dah sensitifnya kumat.

***

Cerita sewaktu udah gede (enggak perlu di sebut umurnya dan cerita detailnya ya hehe pokoknya ya pokoknya hehe). Lha ko saya pernah mengalami pengalaman menuntut. Sedih banget pas sadar kenapa saya jadi begitu?.. untungnya enggak berlangsung lama. Saya ingin berubah dan yakin bisa berubah. Kalo dulu bisa kenapa sekarang enggak?...katanya kebiasaan yang telah di pola itu akan memudahkan kita. Bahkan tanpa sadar semua itu sudah terbentuk menjadi kebiasaan. Jadi Diova bukan penuntut atau penuntut??...

-dilafi-

10 Apr 2011

Firasatn

Ternyata semua itu .., saya rasa adalah firasat.
Kata orang mata kedutan itu ada maknanya. Percaya enggak percaya saya kurang peduli. tepatnya rabu malam kamis...kelopak mata sebelah kiri bawah kedutan tak henti -hentinya. Saking lama durasinya saya risih sendiri. Mungkin karena ada sesuatu yang berbeda atau tak biasa saya alami. Rasa penasaran dan khawatir pun muncul berbarengan di dalam diri saya. tidur tak bisa, mata terus - terusan berkedut/ bergerak. Saya putuskan untuk menelpon sepupu. Berharap beliau mengerti dengan yang begini.

Dari seberang kabel sepupu menenangkan saya. "sudah enggak apa - apa, kayaknya mau ketemu temen lama kalo kedutannya di sebelah situ" (Hibur sepupu. Posisi kedutan mata kiri bagian bawah. Dalam hati berfikir, "memang sih ada planning mau ketemu temen lama yang datang dari Palembang".

Hati pun tetep ikut berfikir. Aneh rasanya, orang udah janjian mau ketemu temen lama ko. Eh..masa iya sih harus di beri tanda dengan kedutan dengan durasi 15 menit. Eh ko yah jadi menafsirkan arti kedutan. Astagfirullohaladzim. Akhirnya okelah saya menepis rasa gundah yang datang. Tanpa disadari, saya pun terlelap tidur.

Pagi harinya, saya terbangun dan tersadar matanya sudah tak berkedutan. Eeh..baru sedetik membatin dalam hati, ko yah muncul lagi si kedutan mata pada posisi yang sama. Tapi kali ini agak berbeda,durasi kedutan lebih dikit. Muncul sesaat..hilang tiba- tiba, lalu muncul kembali dalam waktu yang memang tidak di tentukan.

Rada aneh memang kejadian demi kejadian... tapi ini realita. Saya merasakan dan gelisah gundah gulana. Selang beberapa hari sejak pertama kali saya kedutan, saya di kabari bahwa ayah meninggal. Semua rasa pun tumpah ruah.

Kali ini saya tidak mau cerita kenapa dan bagaimana kisah hidup saya pasca kehilangan seorang ayah, namun ini kejadian yang mungkin bisa di sebut sebuah firasat.

Oh ya, beberapa waktu sebelum dapat kabar duka ini, saya pun sering di gonggong anjing. Beberapa kawan-kawan yang mengetahui saya digonggong anjing pun bersuara." ih, kenapa ya..si diova sering di gonggong jack,nama anjing yang ada di komunitas seni".. Ada juga yang bilang," lu lagi diikutin tuh!"
Hm..saya sempet bergidik alias merinding, juga bertanya sendiri, apa iya ya...? Ih serem..siapa coba yang ngikutin saya??..

Setelah melewati hal-hal itu, maka saya pun berfikir lagi, lagi dan lagi. Apa itu ya namanya firasat?...atau ini yang di namakan kontak bathin antara anak dan ayahnya?...
SELAMAT JALAN PAPA..

Ada banyak kata yang enggak bisa di ungkap..dan sudah lama tertahan.  Kata yang ditulis dengan penuh sesal pun rasanya percuma. Anakmu mohon maaf, karna tidak memenuhi keinginanmu sampai akhirnya ajal memisahkan kita. Maafkan karena keegoan anakmu ini, tidak pernah berkata..rindu. Bertahun-tahun berpisah, dan kini benar-benar berpisah dalam dunia yang berbeda.
***


Masih berhubungan dengan firasat, yang ini muncul di detik - detik menjelang my mom meninggal. Saya bermimpi. Kurang jelas, yang saya ingat..ibu saya akan pergi. Bangun-bangun mata saya basah. ternyata saya benaran menangis.. dan pada saat itu, kondisi ibu saya memang sedang sakit. Lagi, lagi saya berfikir..mungkin Allah akan memanjangkan umur ibu saya, dan sembuh. Berharap dalam gelisah tersisa bekas bawaan mimpi tersebut. Saya pun tak berani cerita ke ibu saya. Saya berusaha menguatkan diri saya. Itu cuma mimpi, walau dalam hati berfikir..jangan-jangan ibu saya...(tak perlu saya teruskan, mungkin pembaca mengerti apa yang dimaksud saya titik-titik)

Selang waktu antara mimpi dan berita duka, saya tidak tau persis. Kejadian ini sudah lama. Setelah ibu saya meninggal, maka saya berfikir..mungkin itu yang dinamakan firasat.

Cerita lainnya...
perasaan enggak enak, sewaktu saya membawa kantung darah buat ibu saya. Ditambah ada kucing hitam melintas di depan mobil kami pada saat itu. Saya masih ingat, kucing itu melintas ke arah sebelah kiri persis di depan mobil yang kami gunakan membawa kantung darah.

Sejak itu, setiap ada kucing melintas kearah sebelah kiri persis di depan saya, maka saya merasa parno. alias ketakutan, juga cemas akan ada hal-hal yang tidak diinginkan.

Ini hanya sebuah cerita, sebagai umat Islam sepemahaman saya, percaya dengan hal seperti itu, juga tidak boleh. Hal semacam itu, sekedar peringatan atau mawas diri.

Remember! dari setiap kejadian selalu terselip makna kehidupan. Dan semua karena Allah sayang kita. 

15 Feb 2011

Kue..kueeeeeeeee

Berjalan keluar gerbang di pukul 05.30. Seorang gadis berkerudung dengan pakaian bergaya seperti orang mau jogging. Tak luput dari T-shirt dan sepatu olahraga. Terkadang hanya memakai sandal plastik saja. Selesai subuhan, bergegas cepat memasukkan beberapa wadah kue yang siap di jadikan tempat. Lalu di gendong dalam sebuah tas ransel bercorak biru hitam.

Selesai mengambil kue pilihan. Biasanya langsung melangkah ke halte transjakarta terdekat. Mengikuti alur busway, mengarah ke Lapangan Senayan.Sesampainya di sana, mulai menuju seputar areal Sektor VII. Gelar koran, mengeluarkan kue yang di bawa,menatanya, lalu menunggu pembeli datang.

Sebenarnya berawal dari dengar cerita kawan. Berikut ringkas ceritanya:Teman berjualan Risoles di Senayan tiap weekends. lebih tepatnya setiap Hari Sabtu.Jadi kepikiran juga dalam hati berkata, "Mengapa saya tidak mencoba?"... Memang mungkin sekedar keisengan.Tapi ada rasa penasaran di dalam hati. Cukup lumayan lama ide ini bernaung dalam pikiran. Dan entah berapa lama persisnya berputar dalam pikiran, tanpa di terapkan sungguhan.

Lanjut ceritanya...
jualan sekali, mogoknya lamaaaaaaaa banget. Mungkin jedah antara jualan pertama dengan berikutnya satu bulanan. Eits baru beberapa kali berjualan, mogok lagi dengan alasan jauh. Bukan Jauh menuju lokasi berjualannya. Namun, tempat mengambil kuenya.Lantaran saya memutuskan pindah kostan. Maklum belum sepenuhnya buat sendiri. Tapi masih ngambil ke orang lain. Beli putus lalu di jual lagi. Sempat ada pelanggan yang menyarankan untuk buat sendiri agar untungnya tambah gede. Saya pun hanya manggut - manggut saja. Boleh si idenya. Lagi - lagi ada kata tapi, belum cukup modal.#alesan.

Dulu aja, pas baru mulai semangat 45. Setiap penjualan, tak luput dari pencatatan. Ada rugi ada untung. Yang jelas pertamanya rugi dulu, sebab belum punya wadah kuenya. Pelan - pelan kelihatan untungnya.